Tips Jitu Potty Training Pada Anak

Bagi Anda para orang tua, khususnya sang bunda yang sering mengikuti berita ataupun forum diskusi tentang pengasuhan anak dan parenting pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah potty training. Namun untuk jelasnya mari kita belajar bersama tentang hal-hal yang berhubungan dengan potty training dan bagaimana membuatnya menjadi hal yang menyenangkan baik bagi si kecil maupun bagi kita sebagai orang tua tentunya. Potty training adalah istilah yang digunakan untuk melatih anak balita menggunakan toilet atau kamar mandi. Ini adalah tahap dimana buah hati kita harus melepaskan diri dari ketergantungan pada diapers dan mulai belajar mengenali rasa ingin pipis maupun pup.

Anak adalah manusia kecil yang pengetahuannya berawal dari nol. Maka tanggung jawab orangtuanya lah untuk mengajarkan dan membiasakan hal-hal baik supaya tertanam dalam dirinya, bahkan sejak dia masih bayi. Jadi, bila anak kecil nakal, atau dalam hal ini sudah besar masih belum bisa ke kamar mandi, bukan anaknya yang salah. Tapi, kitalah orangtuanya yang harus mempertanyakan diri sendiri, apakah sudah maksimal mengajarkan kepada anak? Berikut adalah beberapa tips jitu potty training pada anak :

1. Kenali waktu yang tepat.
Saat anak sudah bisa berkomunikasi dua arah dengan kita, maka sudah bisa dimulai toilet trainingnya. Artinya, dia sudah mengerti apa yang orang lain katakan dan dia pun sudah mampu menyampaikan keinginannya atau setidaknya memberi tahu kita dengan bahasa yang sederhana. Dengan mengenali waktu yang tepat, lebih mudah menyuruhnya “pipis ya!”, dia akan mengerti, atau kalau dia ingin bilang, dia sudah bisa menyampaikannya pada kita.

2. Membiasakan waktu rutin pipis ke kamar mandi.
Ini adalah langkah awal untuk mengajarkan toilet training pada anak. Bisa 1 jam atau 2 jam sekali, kita membiasakan anak ke kamar mandi dan mengajaknya untuk pipis. Bunda jangan kaget kalau awal-awalnya anak belum terbiasa dengan aktivitas ini. Sudah diajak ke kamar mandi, dia tidak pipis juga. Begitu sedang bermain, dia malah pipis. Tidak perlu gusar dan kecewa pada anak, apalagi menyerah dan buru-buru mengecap anak tidak mau toilet training. Pada awalnya, aktivitas ini adalah pengenalan. Pertama-tama mungkin anak tidak mengerti maksud kita, tapi begitu ini kita lakukan secara komit dan berlangsung setiap hari, anak akan mulai mengerti bahwa ibunya membawanya ke kamar mandi untuk pipis.

3. Selalu mengingatkan anak supaya memberitahu bila ingin ke kamar mandi.
Berbarengan dengan memulai rutinitas ke kamar mandi,jangan lupa dan jangan bosan pesankan kepada anak “kalau mau pipis bilang ya sayang, pipisnya di kamar mandi..jangan lupa yaa”, atau bisa juga ditambahkan “kakak kan sudah besar, anak besar pipisnya di kamar mandi ya, tidak ngompol lagi”, untuk sugesti positif buat anak. Pesan ini selalu kita sampaikan, bahkan ketika dia sudah mendekati tahap terakhir (berhasil) toilet training.

4. Sediakan training pants untuk memudahkan ibu dan anak.
Sekarang training pants banyak dijual di mana-mana, terutama online shop. Dengan adanya training pants ini, bisa memudahkan Bunda, karena kalo anak ternyata kebelet pipis dan tidak mampu menahan sebelum ke kamar mandi, pipisnya akan tertampung sementara, tidak akan berserakan dan mengotori rumah.

5. Beri pujian kepada anak kalau dia berhasil.
Setiap anak menunjukkan suatu kemajuan, berikan dia pujian. Serperti misalnya dia berhasil pipis di kamar mandi di awal-awal toilet training mulai, berarti dia sudah mengerti kalau disuruh pipis. Kemudian ketika dia berhasil menyampaikan keinginan pipis dan berhasil ke kamar mandi tanpa ngompol itu adalah prestasi buat anak. Puji dia dan berikan motivasi tambahan agar dia lebih semangat.

6. Komitmen, telaten, dan sabar.
Tips yang terakhir ini khusus untuk sang Bunda. Seperti yang sudah dikatakan di awal, toilet training adalah belajar disiplin. Maka, kita yang mengajarkannya pun harus disiplin. Begitu kita mantap inilah saatnya mengajarkan anak toilet training, maka semenjak itu jangan pernah terputus, selalu telaten, dan rutin setiap waktu. Karena, toilet training ini kita mengajarkan anak disiplin dengan pembiasaan. Begitu terbiasa, dia akan bisa.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *