Saling Memaafkan Dalam Islam

Sebagai seorang manusia biasa, Anda pasti pernah merasakan marah dan kecewa terhadap seseorang atupun sesuatu. Namun ketika Anda marah dan kecewa mudahkah bagi Anda untuk memaafkan? Dan ketika Anda membuat satu kesalahan terpikirkah oleh Anda untuk langsung meminta maaf ? Dalam islam saling memaafkan sangatlah dianjurkan. Sebagaimana telah difirmankan oleh Allah SWT :

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf :199)

Anjuran ini pun disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadits yang diriwayatkan Rasulullah bersabda : “Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf) nya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal shalih, maka akan diambil menurut penganiayannya, dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dia aniaya untuk ditanggungkan kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)

Di dalam riwayat lainnya, Rasulullah bersabda : “Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seseorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan.” (HR. Muslim)  kemudian  “Tidak halal bagi seorang mukmin untuk tak bersapaan dgn saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari.” (HR. Muslim)

Dibutuhkan sebuah hati yang lapang dan pikiran yang jernih untuk bisa memaafkan seseorang. Begitupun meminta maaf, meminta maaf dan mengakui kesalahan adalah perbuatan yang butuh keberanian besar. Maka sungguh perbuatan maaf memaafkan sangat dimuliakan oleh Islam.

Tidak diperkenankan bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya selama lebih dari 3 hari. Kemudian yang paling baik di antara keduanya adalah yang terlebih dahulu memberi salam. Artinya telah timbul sebuah kelegaan hati dari salah satu di antara mereka yang memiliki potensi mencairkan suasana.

Begitulah Islam memberi sebuah reward bagi mereka yang mampu untuk saling memaafkan dengan hati yang dipenuhi ketulusan dan keikhlasan. Saling memaafkan perbuatan yang dipandang kecil namun sungguh dibutuhkan usaha yang besar. Siapa saja yang mampu meminta maaf dan mengalahkan keegoisannya, ataupun mengendalikan diri untuk tidak marah apalagi benci, maka sungguh dia adalah seseorang yang sangat beruntung karena telah memiliki kebesaran hati untuk saling memaafkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *