Jangan Biarkan Anak Bermain Sendirian

Bermain adalah salah satu kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan oleh anak. Bermain menjadi hal yang sangat penting karena dengan bermain dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak. Banyak manfaat bisa didapatkan, Anak perlu bermain untuk menyalurkan energinya yang besar, selain membuat anak-anak lebih ceria, dengan bermain mereka bisa belajar peran tertentu serta membantu mengendalikan kontrol tubuhnya.

Bermain merupakan satu kegiatan yang harus dilakukan dengan penuh kesenangan. Dengan demikian, lewat bermain anak juga dapat menyerap banyak pengetahuan dan belajar menyelesaikan masalah. Sebetulnya,  tanpa atau dengan orang tua, anak tetap bisa bermain. Tapi, jika orang tua mau melibatkan diri dalam permainan anak, ternyata banyak nilai plus didapatkan, baik untuk orang tua sendiri maupun bagi anak.

Membiarkan anak bermain sebenarnya sah sah saja. Lagipula, anak terkadang membutuhkan bermain sendirian untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Tapi, bukan berarti Anda tak perlu melibatkan diri dalam permainan anak-anak. Jika menurut Anda anak sudah banyak teman bermain di sekolah dan di rumah, atau merasa bahwa Anda bukan tipikal orang tua yang fun untuk bermain, itu bukan alasan Anda menyempatkan diri untuk main bersama anak. Mengapa anak jangan selalu dibiarkan main sendirian? Ini beberapa alasannya:

– Tidak semua permainan terjamin keamanannya. Alat permainan secara tak sengaja bisa berbahaya bagi anak, misalnya karena tak pernah ikut bermain dengan anak, Anda tidak tahu bahwa alat permainan anak Anda berasal dari bahan yang dapat membahayakan. Atau karena Anda tidak pernah ikut menemani anak bermain di taman. Anda tak tahu bahwa permainan ayunan yang suka dimainkan anak itu ada bagian besinya yang berkarat dan berpotensi melukai anak.

– Tidak permainan atau mainan favorit anak. Maksud hati menyenangkan anak, tapi ternyata Anda malah memilihkan mainan yang terlalu rumit , atau sebaliknya terlalu mudah bagi anak, sehingga anak pun bosan. Anda tidak akan tahu tentang hal itu jika Anda tidak ikut merasakan bermain dengan anak.

– Tidak tahu efek negatif permainan. Bagi anak yang sudah diberi gadget sejak dini bukan tidak mungkin anak secara diam-diam mengunduh game yang bersifat destruktif, seperti game perkelahian dan tembak-tembakan yang berdarah-darah dan mengandung unsur kekerasan dan bullying. Games semacam ini bukannya mendidik, justru memancing sikap agresif dan kasar bila cara bermainnya kurang mendapat pengertian, arahan dan pendampingan khusus dari orang tuanya

– Bagi anak, semahal dan semenarik apapun permainannya tidak akan terasa menyenangkan jika dimainkan sendirian. Ya, apa artinya mainan mahal tanpa teman bermain atau lawan main yang menyenangkan. Anak tentunya akan lebih senang jika orang tuanya bukan hanya jadi pendamping mereka tapi juga ikut menjadi bagian dari permainan yang sedang dimainkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *