Cara Mengatasi Anak yang Mudah Marah

Pada dasarnya perilaku agesivitas pada anak disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor kepribadian, pola asuh, dan faktor genetik. Pada usia anak 4-6 tahun biasanya prilaku agresivitas ini mulai muncul, karena pemahaman anak yang masih minim mengenai penerimaan moralitas dan sosial. Mereka masih memiliki ego yang tinggi dan belum memahami arti emosional serta belum bisa mengontrol gejolak emosi. Perilaku agresif yang mereka lakukan adalah perilaku yang dilakukan tanpa mereka sadari. Dibutuhkan kesabaran yang ekstra untuk menghadapi anak seperti ini, jangan harap mereka dalam sekejap dapat berubah serta menghilangkan sifat buruk ini, karena untuk memperbaikinya dibutuhkan proses yang tidak mudah dan waktu yang tidak singkat.

Pada saat usia anak menginjak 10 tahun, seharusnya anak sudah bisa membedakan antara hal buruk dan hal baik, mana yang boleh dan mana yang seharusnya tidak mereka lakukan. Tapi jika perilaku agresif pada anak masih terjadi diusia ini maka kita boleh mengatakan bahwa hal itu salah dan tidak boleh dilakukan. Untuk itu orang tua harus mengenali apa penyebab anak masih berlaku agresif. Dan berikut beberapa cara mengatasi anak yang mudah marah :

  1. Cari tahu penyebab mengapa anak bisa berlaku agresif. Jika agresivitas muncul sendiri tanpa penyebab, sebaiknya segera konsultasikan kepada ahlinya.
  2. Jauhkan anak dari visualisasi kekerasan yang bisa ia tiru, misalnya tayangan televisi, permainan atau games, atau pertengkaran Anda dan pasangan. Jika tanpa sengaja atau anak telanjur pernah menyaksikan adegan kekerasan, ajak ia bicara untuk meluruskan pemahamannya mengenai kekerasan.
  3. Jangan biasakan memberi label “anak bandel” atau “anak nakal” karena biasanyapredikat yang buruk akan membewa dampak yang buruk pula.
  4. Beri contoh yang baik dan benar lalu coba koreksi perilaku Anda dengan pasangan, upayakan jangan pernah bertengkar di depan anak, baik dengan pasangan maupun orang lain.
  5. Hindari hukuman fisik dalam bentuk apapun dan sekecil apapun, karena dapat menyebabkan anak meniru “hukuman” fisik tersebut kepada teman-temannya.
  6. Bersikap tenang, minta anak untuk masuk ke kamar dan menenangkan diri saat marah. Memeluk adalah cara untuk mengendalikan emosinya dan jauhkan atau segera ambil alat-alat yang dapat menjadi sasaran ia meluapkan amarahnya.
  7. Beri lingkungan yang nyaman. Bisa saja rumah atau sekolah menjadi lingkungan yang mempengaruhi agresivitas anak.
  8. Segera berkonsultasi ke ahli bila Anda menganggap atau melihat perilaku anak sangat mengganggu, sehingga dapat dicari solusi terbaik bagi anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *