Artikel

Cara-cara Wanita Menjaga Diri Dari Fitnah

0 comment(s)
by Web Admin Ranti

Allah menjanjikan bagi para wanita muslimah bahwa mereka jauh lebih baik daripada bidadari bila mereka mau menjadi muslimah sholehah. Seorang pejuang jihad dari bumi Afghanistan mengatakan ketika seorang bidadari sedang minum teh, maka kita bisa melihat teh tersebut mengalir di lehernya. Masya Allah sungguh sulit mengukur kecantikan seorang bidadari. Dan Alhamdulillah,.Seperti tingginya langit yang tidak mungkin dapat digapai dengan mudah, demikian juga menjadi wanita solehah bukanlah level yang bisa diraih hanya dengan ibadah yang asal-asalan. Perlu keseriusan hati untuk itu. Bahkan sebaliknya, wanita bisa begitu mudah terperosok dalam kesalahan bila ia larut dalam kesenangan dunia.

Rasullulah SAW bersabda: “Sepeninggal ku tidak ada fitnah yang lebih besar daripada wanita” (HR. Bukhari – Muslim).Ucapan Rasullulah ini adalah peringatan bagi para kaum wanita agar sangat berhati-hati dalam berbicara, bersikap dan bertindak agar kita tidak menjadi bagian dari fitnah dunia. Pertanyaannya: “Bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita agar selamat dari fitnah dan tidak menjadi bagian dari fitnah?” Ini adalah pertanyaan yang sangat rumit untuk dianalisa dan difahami oleh setiap muslimah.

Beberapa cara berikut mungkin bisa menjadi bahan dasar pelajaran untuk para kaum hawa agar dapat menjaga diri agar terhindar dari fitnah. Pertama, Hindari gossip, penting bagi wanita untuk meninggalkan segala bentuk gossip entah itu ikut nimbrung dengar kawan bergosip atau menonton/mendengar acara gossip.Dengan menghindari masuknya gossip kita tidak akan memiliki bahan untuk bergossip. Ingatlah gossip itu sebagai perbuatan yang sangat tidak baik. Kedua, Menjaga pakaian Wanita tidak hanya harus bisa menjaga pandangannya tetapi terlebih lagi harus bisa menjaga tubuhnya agar tidak menjadi sumber pemandangan. Perhatikanlah cara berpakaian kita. Hindari pakaian yang menampilkan lekuk tubuh, bahan yang terlalu tipis, dan terbuka aurat. Namun juga kita harus tetap bisa tampil bersih, rapi, menyenangkan dan juga tetap syar’i.  Ketiga, Betahlah di rumah, jika tidak punya keperluan yang penting, lebih baik bagi wanita untuk berada dirumahnya. Alangkah lebih baik menjadikan rumah kita sebagai tempat berkumpul dengan teman-teman daripada harus bertemu di café atau tempat-tempat umum lainnya. Jangan lupa untuk mengajak tamu kita untuk sholat atau tilawah bersama dan muliakan tamu kita dengan memberinya hidangan. (tentunya teman sesama wanita) Keempat, Memelihara pikiran, sibukkanlah pikiran kita dengan hal-hal berguna hingga ia tidak memberikan tempat bagi pikiran jelek. Bila kita membiarkan satu pikiran jelek ada dalam otak kita, maka ia akan turun kehati. Jika ada kesempatan yang pas, maka sadar ataupun tidak sadar kita akan melepaskannya. Bunuhlah pikiran jelek itu sebelum ia membunuh amal kita. Kelima, hati-hatilah memilih teman seperti disebut dalam point pertama,hendaknya kita menghindari gossip. Salah satu caranya adalah dengan memilih teman yang tepat yaitu teman yang selalu mengajak kepada kebaikan dan kebenaran, mengingatkan kita jika salah. Bukan teman yang hanya suka berhura-hura. Rasullulah berpesan “seseorang akan mengikuti cara temannya, maka berhati-hatilah memilih teman yang kita percayai” (HR. Abu Daud). Jangan takut untuk melepas teman yang tidak mau diajak kepada kebaikan. Keenam, hati-hati pilih tempat bersosial Memilih tempat bergaul juga sangat penting untuk dipehatikan. Tentunya bar dan nightclub bukanlah tempat seorang muslim. Jagalah kaki kita agar tidak melangkah ke tempat-tempat yang berpotensi bisa menimbulkan maksiat. Ketujuh, hati-hati ketika berselancar  didunia internet saat ini, tempat-tempat maksiat bisa dengan mudah ditemui di website. Juga dalam bersosialisasi di dunia maya (Facebook, Tumblr, Twitter, dll), pilihlah teman/contact yang bisa menambah iman, bukan malah berteman dengan orang yang suka menuliskan gossip ataupun hal hal yang berbau keburukan lainnya. Selain itu juga perhatikan seluruh media yang kita gunakan mulai dari majalah, koran, televisi, radio, hp, dll. Pilihlah dengan hati-hati, karena mereka bisa mempengaruhi pikiran dan perbuatan kita. Kedelapan, Menikahlah, bagi siapa saja yang sudah merasa siap hidup berumah tangga baik secara psiologis, agama maupun biologis, sebaiknya ia menikah. Menikah bisa membuat hati lebih tentram dan sejuk sekaligus menghindarkan kita dari pikiran-pikiran jelek dan maksiat. Rasullulah SAW mengatakan menikahlah terlebih dahulu sebagai solusi pertama, baru jika tidak mampu ia disunnahkan untuk berpuasa. “Wahai para pemuda, siapa saja diantara kamu sudah merasa mampu, menikahlah, namun jika tidak mampu menikah, berpuasalah. (HR. Bukhari). Kesembilan, Berpuasalah Seperti disinggung di atas, bagi yang tidak mampu menikah sebaiknya berpuasa. Tidak mampu disini bisa jadi karena tidak punya biaya atau belum bertemu jodohnya. Bersabarlah dan berpuasalah. Dengan berpuasa hati dan pikiran menjadi lebih tenang karena puasa bisa mengurangi nafsu terhadap dunia. (Al-Qurtubi) Terakhir, isi hati dengan dzikir, isilah tiap waktu kita dengan dzikir, karena dzikir itu seperti petugas keamanan yang melindungi hati kita dari bisikan dan pikiran jahat yang disisipkan oleh syaitan. Jika hati kita terjaga, insya Allah pikiran, lidah, hati, kaki dan tangan, kita juga akan terjaga.

—–Semoga Bermanfaat—–

×

Produk telah berhasil ditambahkan ke tas belanja Anda.

×

Produk telah berhasil dihapus. Batalkan