Beberapa Kesalahan Dalam Mendisiplinkan Anak

Kesalahan dalam mendisiplinkan anak kadang kerap terjadi tanpa kita sadari, maksud Anda baik, ingin mendsiplinkan anak agar anak memiliki pola asuh yang baik. Dalam hal ini jika caranya keliru, justru berpengaruh buruk pada tumbuh kembang anak. Kenali kesalahan-kesalahan dalam cara mendisiplinkan anak dan segera koreksi kesalahan tersebut. Sebagai orang tua, kita memang tidak sempurna, tak jarang kita melakukan kesalahan termasuk saat mendisiplin anak. Namun, bukan berarti kita tidak berusaha melakukan yang terbaik untuk anak. yuk, kenali kesalahan yang biasa orang tua lakukan sehingga kita bisa segera memperbaiki diri kita saat kita berperan sebagai orang tua

  1. Jangan menggunakan metode disiplin yang tidak tepat. Misalnya memukul atau melakukan kekerasan terhadap anak. Memukul anak bisa mengganggu perkembangan emosi dan kesehatan anak. Mempermalukan, menggoda, merendahkan anak bisa merusak kepercayaan dirinya.
  2. Kurang konsisten, untuk seorang anak setidaknya butuh waktu 3 minggu untuk mengikuti aturan baru. Ketika Anda dan pasangan sudah membuat aturan hanya boleh main games saat akhir pekan saja, tepati hal tersebut jangan dengan mudahnya memberi kelonggaran.
  3. Berpikir “kenakalan hanya fase saja.” Ketika Anda menganggap ringan perilaku kenakalan anak sebagai hal yang akan hilang ketika dia usianya bertambah itu adalah sebuah kesalahan. Anda harus menghentikan kebiasaan buruk sesegera mungkin sebelum berubah menjadi kebiasaan yang akan terbawa hingga anak beranjak remaja dan nyaman dalam kenakalannya.
  4. Tidak memberi penjelasan untuk setiap peraturan. Anak Anda harus diberitahu alasan mengapa Anda membuat peraturan, jangan sampai anak punya persepsi berbeda atas aturan disiplin tersebut. Dia perlu tahu perbuatan mana yang baik dan mana perbuatan yang tidak baik dan perbuatan yang benar dan yang salah, serta tujuan dari diadakannya peraturan tersebut
  5. Menjadi contoh yang salah, Apa yang anak lihat adalah apa yang ia tiru. Jadi, bila Anda ingin mengubah perilaku anak menjadi lebih baik, Anda juga harus serius untuk melihat perilaku Anda sendiri.
  6. Tidak kompak. Biasanya ini terjadi karena Anda dan pasangan tetap mempertahankan pandangan masing-masing dalam mendisiplin anak. Hal ini membuat anak Anda bingung mengikuti aturan yang mana. Usahakan kompak dengan pasangan agar anak semakin mudah mengikuti aturan yang sudah disepakati oleh Anda dan pasangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *